Galih Laras Prakoso: Tutorials
Tampilkan postingan dengan label Tutorials. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorials. Tampilkan semua postingan

Tutorial membuat RESTful API menggunakan framework Flask [ Python ] #1 Persiapan

python-flask-restful-api
Kali ini, aku akan berbagi ilmu dari dunia backend. Ya berhubung sekarang juga sedang menggunakan hal yang sama dengan apa yang akan aku bagikan untuk mendukung pekerjaanku. Sangat tepat waktunya jika aku juga membagikannya sekarang agar kita bisa saling belajar dan berbagi sehingga makin banyak hal yang bisa kita pelajari bersama. 😁

Sebelumnya aku sudah menulis artikel tentang RESTful API yang menjelaskan apa itu RESTful API. Kalian bisa membacanya di SINI. Sebelum lebih dalam lagi untuk belajar bagaimana membuat RESTful API alangkah baiknya kalian memahaminya terlebih dahulu.

Pada tutorial ini, kita akan bersama-sama membuat RESTful API dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Untuk framework-nya kita akan menggunakan Flask. Sebelum mulai mengikuti tutorial ini. Seperti biasa, ada beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu :
  • 1. Pastikan kalian paham dulu tentang Apa itu RESTful API.
  • 2. Pastikan kalian sudah menginstal Python di komputer kalian. (Download)
  • 3. Pastikan kalian sudah menginstal Git. (Download)
1. Menyiapkan Project
Pertama, silahkan buka terminal / cmd yang ada pada komputermu lalu buat folder 'latihan' dengan menggunakan perintah ini :
mkdir latihan
Setelah itu, masuk ke folder yang sudah dibuat tersebut dengan perintah ini :
cd latihan
 Setelah berada di folder latihan melalui terminal, kita akan mulai menginstal beberapa python module yang kita butuhkan untuk membuat project ini. Yang pertama kita akan menginstal Virtual Environtment (virtualenv). Eksekusi perintah ini di terminal :
pip install virtualenv
Setelah itu kita butuh satu module lagi untuk mempermudah kita membuat RESTful API dengan Flask yaitu Cookiecutter. Cookiecutter adalah tool yang akan membantu kita mempersiapkan project RESTful API beserta beberapa module lain yang diperlukan serta struktur folder yang sudah tertata dilengkapi dengan beberapa hal lain yang sangat mempermudah pekerjaan kita dalam membuat RESTful API. Langsung saja instal Cookiecutter dengan mengeksekusi perintah ini di terminal :
pip install --user cookiecutter
Sekarang, kita bisa mengambil Flask RESTful boilerplate dengan menggunakan cookiecutter. Masukan perintah ini di terminal :
cookiecutter https://github.com/karec/cookiecutter-flask-restful.git
 Setelah mengeksekusi perintah di atas, kita akan diminta untuk memasukkan nama project (project_name). Disini kita sepakat untuk memberi nama project kita menjadi 'belajar_api'. Inputkan nama project tersebut dan tekan enter.

Setelah itu, kita akan diminta untuk menginputkan nama aplikasi. Disini kita juga sepakat memasukan nama aplikasi menjadi 'belajarapi'. Tekan enter, dan setelah itu akan muncul pertanyaan apakah kita mau menggunakan celery?. Pilih nomor 2 (Yes). Lalu tekan enter.

Untuk mengamankan Python dari hal yang tidak diinginkan, pastikan untuk menggunakan Virtual Environment. Eksekusi perintah di bawah ini untuk membuat virtual environment :
virtualenv venv
 Setelah itu aktifkan virtual environment di terminal dengan mengeksekusi perintah ini :
source venv/bin/activate
Selanjutnya, buka file 'requirements.txt' yang ada di dalam folder project kita. Dan tambahkan 'SQLAlchemy-Utils' pada file tersebut. Setelah itu masukkan perintah ini untuk menginstal semua module yang dibutuhkan yang berada pada file requirements.txt :
pip install -r requirements.txt
2. Menjalankan Project di Local Environment
Yap, semua keperluan sudah disiapkan sekarang kita sudah bisa menjalankan project RESTful API kita. pertama, eksekusi perintah di bawah ini :
pip install -e .
Jangan lupakan titik kecil di akhir perintah. Setelah itu, jalankan project dengan perintah ini :
belajarapi run
Jika, kalian mengikuti langkah-langkahnya dari awal dengan benar. Pasti sekarang projectmu sudah bisa berjalan dengan baik 😏. Yak, selamat kamu sudah berhasil menyiapkan project dan menjalankannya dengan baik. Kamu siap untuk lanjut ke tutorial selanjutnya.

Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #1 Apa itu Android?

tutorial-android-dasar-bahasa-indonesia-1-cover
Hallo teman-teman, selamat datang di blogku buat kalian yang baru pertama kali mengunjungi blogku. Kali ini aku akan berbagi ilmu tentang Android. Karena ini baru pertama kali, jadi aku akan berbagi tentang fundamental dari Android. Jadi, tutorial ini sangat cocok buat kalian yang benar-benar baru pertama kali mengenal Android Development.

Apa itu Android?

Android adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Google untuk smartphone dan beberapa perangkat lain seperti tablet, televisi, smartwatch dsb. Android dapat berjalan di banyak perangkat dengan diproduksi oleh berbagai produsen smartphone. Android memiliki SDK ( Software Development Kit ) untuk menulis native code dan assembling software module untuk membuat aplikasi yang akan digunakan oleh pengguna Android. Google juga menyediakan marketplace untuk mendistribusikan aplikasi yaitu PlayStore. Jadi, dapat kita pahami bahwa Android merepresentasikan sebuah ekosistem untuk aplikasi mobile.

Kenapa kita mengembangkan aplikasi Android?
Hey, kita semua tahu bahwa Android adalah platform yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Android digunakan di lebih dari 190 negara di dunia. Setiap harinya jutaan pengguna menggunakan Android untuk menunjang produktivitas, bermain game, berinteraksi secara digital melalui sosial media dll.

Selain itu, android sangat mudah dikembangkan. Karena dukungan dari Google yang luar biasa, mulai dari menyediakan IDE yang sangat luar biasa yaitu Android Studio, hingga memberikan akses kepada para developer ke dokumentasi yang begitu lengkap, memungkinkan para developer untuk dapat dengan mudah mempelajari dan menuangkan ide mereka ke dalam bentuk Aplikasi Android.

Arsitektur Sistem Operasi Android
Sistem Operasi Android berdiri di atas Linux Kernel yang ada di layer paling bawah yang bekerja sebagai pondasi dari Sistem Operasi Android. Berikut adalah arsitektur dari aplikasi Android.
tutorial-android-dasar-bahasa-indonesia-1
https://google-developer-training.github.io/android-developer-fundamentals-course-concepts/en/android-developer-fundamentals-course-concepts-en.pdf

Untuk lebih jelasnya lagi, jika kamu tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam kamu bisa mengunjungi link yang ada pada caption gambar di atas.

Install Android Studio
Nah, sebelum kita mulai tutorial ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Yang pertama, pastikan kalian sudah menginstall Android Studio. Kalau belum, kalian bisa download Android Studio sesuai dengan sistem operasi kalian masing-masing. Download di SINI.

Yang kedua, jika spesifikasi laptop kalian tidak terlalu powerful, aku sarankan untuk tidak menggunakan emulator pada Android Studio. Karena menurutku berat banget. Aku sarankan kalian untuk menggunakan Smartphone Android kalian saja. Dan pastikan kalian sudah menyalakan opsi USB Debugging pada smartphone kalian. Gimana caranya? Silahkan Googling dengan keyword : "Cara menyalakan USB Debugging [Merek smartphone]".

Jika sudah siap semua. Berarti kamu siap untuk lanjut ke tutorial berikutnya. Di tutorial berikutnya kita akan belajar menjalankan aplikasi Android pertama kita. Yuk, jangan lama-lama langsung gas aja ke tutorial selanjutnya! 😀👇
Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #2 Jalankan Aplikasi Pertamamu

Tutorial React Native Dasar - Bahasa Indonesia - #1 Apa itu React Native


Hallo teman-teman, selamat datang di blogku. Kali ini aku akan menulis tutorial tentang React Native, mungkin sebelum membaca tutorial ini kalian sudah mencoba-coba sendiri atau mencari tahu tentang apa itu React Native dan bagaimana cara membuat aplikasi dengan react native dan ada juga mungkin dari kalian yang sama sekali belum tahu apa itu React Native. 😁

Nah, cocok sekali kalau begitu. Mau bagaimanapun latar belakang kalian, tutorial ini tetap akan cocok untuk kalian karena aku akan membahas React Native dari hal yang paling dasar sampai kalian bisa membuat aplikasi mobile sendiri dengan React Native.

Tutorial ini akan dibagi menjadi beberapa bagian, dengan begitu kalian akan lebih mudah untuk mengikutinya langkah demi langkah. Jika tidak selesai satu hari, kalian bisa melanjutkan untuk belajar di hari selanjutnya. Oke, yuk langsung saja kita mulai.

Apa itu React Native?

Bagi kalian yang mungkin berangkat dari seorang web developer, mungkin kalian sudah pernah mempelajari React, bagi kalian yang tidak berangkat dari seorang web developer mungkin asing ketika mendengar nama React. React adalah salah satu library javascript yang dikembangkan oleh Facebook. React adalah library open source yang dapat kita gunakan secara gratis bahkan kita juga dapat berkontribusi untuk mengembangkan. React merupakan User Interface Library yang digunakan untuk membangun komponen dari UI ( User Interface ).

Nah, kalau React Native sebenarnya pada dasarnya adalah React, namun jika React digunakan untuk membangun UI web, React Native digunakan untuk membangun UI untuk Mobile Native App. Dengan menggunakan React Native kita dapat langsung membuat aplikasi untuk dua platform yaitu Android dan IOS. Wow! sangat menarik bukan? 😏


Dengan React Native kita bisa membangun sebuah Hybird Mobile App. Terdengar lebih efisien, hmm, memang. Selain itu React Native juga memungkinkan kita untuk dapat berinteraksi dengan ekosistem yang berada di native platform masing-masing. Kita dapat berinteraksi dengan Kamera, Lokasi, dsb. Dengan begini, proses pengembangan aplikasi mobile akan menjadi super cepat dan efisien.

Udah ga sabar ya? Yuk langsung saja menuju ke tutorial selanjutnya. 💪👇
Tutorial React Native Dasar - Bahasa Indonesia - #2 Persiapan

Apa itu Node.js dan cara menginstalnya ( NPM )

JavaScript adalah bahasa yang sangat dekat sekali dengan para Web Developers. Mereka menggunakan javascript untuk membuat tampilan website semakin hidup dengan menambahkan interaksi-interaksi dan animasi yang menarik untuk berinteraksi dengan penggunanya.

Nah, semakin majunya teknologi khususnya pengembangan Javascript, kini javascript tidak hanya digunaan di front-end tetapi juga di back-end. Dengan Node.js, kini Javascript bisa menjadi bahasa pemrograman yang dapat berjalan di server-side. Sebenarnya sudah lama sih Node.js mulai dikembangkan yaitu pada tahun 2009 oleh Mas Ryan Dahl. Kalau pengen tahu lebih dalam, kamu bisa tonton video presentasinya di bawah ini :

Apa itu Node.js?

Node.js adalah sebuah Server Environment yang dikembangkan secara open-source jadi Node.js ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh siapapun secara cuma-cuma alias gratis. Node.js ini dapat berjalan di banyak platform seperti Windows, Linux, Mac OS, Unix dsb. Intinya Node.js ini adalah server environment yang memungkinkan kita untuk dapat menggunakan Javascript di server.
Kode di atas adalah contoh sederhana untuk menjalankan server Node.js. Sangat menarik bukan? untuk tutorial membangun sesuatu dengan Node.js mungkin aku akan tulis di postingan-postingan selanjutnya untuk kali ini cara nginstalnya aja dulu ya, lagian cara nginstalnya cukup mudah kok seperti nginstal software pada umumnya. Langsung saja download Node.js installer disini : https://nodejs.org/en/ .

Setelah menginstal Node.js pada komputer kamu, sekarang kamu dapat mengakses Node.js menggunakan CMD / Terminal. Coba sekarang buka aplikasi CMD / Terminal, ketikan kode di bawah ini lalu tekan enter :
node -v
Perintah diatas akan menunjukkan versi Node.js yang terinstal pada komputermu saat ini. Sekarang coba ketikan kode di bawah ini lalu tekan enter :
npm -v
Perintah di atas akan menunjukkan versi NPM (Node package manager) yang terinstal di komputer kamu. Sekarang kamu sudah siap untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa dengan Node.js. Selamat berkarya!

Tutorial pemrograman berorientasi objek | sederhana dan mudah dimengerti

tutorial-pemrograman-berorientasi-objek
Selamat datang di blogku teman, kali ini aku akan berbagi sesuatu yang sebenarnya sudah sering dipelajari kebanyakan orang ketika mereka baru pertama kali belajar pemrograman yaitu, PBO (Pemrograman Berorientasi Objek). Terdengar asing dan mengerikan bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya.

Walaupun kebanyakan orang sudah mempelajari PBO entah itu belajar sendiri di youtube, kampus, kursus dsb. Tetapi tetap masih kebingungan sebenarnya PBO itu apa dan implementasinya untuk mengatasi permasalahan di dunia nyata. Kebanyakan orang hanya sebatas mengetikan sintaks, menjalankannya, ketika tidak ada error maka itu berarti sudah berhasil.
https://miro.medium.com/max/582/1*-dmHYcAiphpWe6m0pcd-AA.png
Aku sendiripun sebenarnya tidak benar-benar memahami PBO ketika kuliah. Sampai akhirnya aku benar-benar tahu cara menggunakannya untuk memecahkan permasalahan ketika aku telah mengerjakan banyak sekali proyek-proyek iseng yang aku gagas sendiri.

Entah kenapa mungkin ketika di perkuliahan atau kursus, penjelasan mengenai PBO terlalu teoritis atau sulit dipahami, juga mungkin karena di kelas terlalu banyak murid sehingga pengajar tidak bisa benar-benar memastikan apakah muridnya benar-benar paham atau tidak.

Nah, berkaitan dengan masalah tersebut, aku tergerak untuk membagikan bagaimana cara memahami PBO dengan penjelasan yang sangat sederhana dan mudah dimengerti. Dan aku juga akan mempraktekkan implementasinya untuk memecahkan kasus di dunia nyata.

Kenapa harus PBO?
Sebelum aku menjelaskan lebih dalam tentang PBO, ada baiknya kalian juga mengerti kegunaannya, itu yang paling penting. Buat apa belajar sesuatu yang ga ada gunanya :). Tentunya PBO akan sangat membantu kita, kalau kalian sebelumnya belajar bahasa pemrograman seperti asembler yang prosedural, atau PHP secara prosedural, tentunya belajar PBO akan menjadi sangat berbeda. Dengan PBO kita dapat membangun sebuah aplikasi dengan membagi tugas kepada objek-objek kecil yang akan mengerjakan tugas secara spesifik.

Contoh dalam bahasa pemrograman PHP :

Terlihat pada contoh diatas penyelesaian masalah penjumlahan terlihat lebih sederhana dengan menggunakan metode prosedural dibandingkan dengan PBO. Tetapi untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks, tentunya menggunakan PBO akan jauh lebih efisien karena pemecahan masalah tidak dilakukan dalam satu file yang panjang dan susah dimengerti. Pemecahan masalah dilakukan dengan membagi setiap tugas-tugas spesifik menjadi objek-objek dengan atribut dan fungsinya masing-masing. Masih bingung? wkwk. Oke langsung praktek saja. :D

Aku akan membagi penjelasan mengenai PBO menjadi beberapa bagian, yang perlu kalian lakukan hanya mengikuti dan memahami setiap penjelasan yang singkat dan sederhana. Harapanku ketika kalian selesai mengikuti tutorial ini adalah kalian dapat memahami betul apa itu PBO dan bagaimana mengimplementasikan nya untuk memecahkan permasalahan yang kalian akan hadapi di dunia nyata.

Pada dasarnya, PBO memiliki empat prinsip. Klik link dibawah ini untuk menuju ke prinsip yang pertama.
GALIH LARAS PRAKOSO
-
Yogyakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE