Galih Laras Prakoso: Android
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #3 Explore

Sesuai dengan judul bagian tutorial kali ini. Pada bagian ini kita akan sama-sama menjelajahi project yang sudah berhasil kita buat di tutorial sebelumnya. Jika kalian dapat mengikuti tutorial ini dengan baik, kalian akan semakin mudah dan jauh dari kebingungan ketika lanjut untuk lebih dalam mempelajari Android.

Struktur Project
Pertama-tama kita kan memahami struktur project android. Apa saja yang ada di dalamnya, dan apa fungsinya. Yuk, mari kita lihat satu per satu :


Manifest
Yang pertama adalah folder manifests yang di dalamnya terdapat file AndroidManifest.xml. Sebelum sistem Android dapat memulai komponen dari aplikasi, sistem harus terlebih dahulu memahami bahwa komponen tersebut ada, nah, sistem Android tahu sebuah komponen ada atau tidak dengan membaca file AndroidManifest.xml ini. Aplikasi harus mendeklarasikan semua komponennya dalam file ini yang mana harus diletakkan di root dari direktori aplikasi. Jika kalian buka filenya, maka akan tampak seperti ini :


Mari kita pelajari setiap barisnya. Yang pertama :

<manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    package="galihlprakoso.com.tutorialandroiddasar">

Android manifest menggunakan bahasa XML dan harus selalu menggunakan Android namespace. package menunjukkan nama unik dari aplikasi. Jangan mengganti ini ketika aplikasinya sudah di publikasikan di PlayStore.

<application
...
>
</application>

Kode di atas adalah tag dimana kita mendefinisikan pengaturan untuk keseluruhan aplikasi.

android:allowBackup="true"

Kode di atas berarti kita mengaktifkan backup data otomatis dan data akan di restore sesuai dengan kebutuhan. Terkadang pengguna sudah meluangkan waktu untuk melakukan pengaturan pada aplikasi. Berpindah ke perangkat yang baru tentu akan kehilanggan semua pengaturannya. Dengan mengaktifkan backup otomatis maka hampir keseluruhan data akan di backup dan developer tidak perlu memusingkan tentang hal ini.

android:icon="@mipmap/ic_launcher"

Kode diatas berfungsi untuk mendefinisikan icon aplikasi. Icon akan tampil di perangkat pengguna.

android:label="@string/app_name"

Kode diatas berfungsi untuk mengatur nama aplikasi yang tampil di perangkat pengguna. Kode tersebut terlihat tidak menuliskan nama dalam bentuk String karena pada kode tersebut, app_name diambil dari String resource. Nanti kita akan pelajari itu.

android:theme="@style/AppTheme"

Kode di atas berfungsi untuk mendefinisikan tema default untuk keseluruhan aplikasi. Tema tersebut akan mempengaruhi tampilan dari elemen-elemen UI (User Interface).

MainActivity.java & activity_main.xml
File ini adalah tempat untuk kita dapat menulis view logic. Memanipulasi tampilan, mengubah tampilan, atau meng-handle interaksi dari pengguna. Activity ini dibuat oleh Android Studio ketika kita membuat project tadi. Mungkin kita akan memiliki banyak Activity yang bisa kita buat sendiri.

File ini memiliki pasangan yaitu activity_main.xml, disini kita dapat mengatur tampilan / layout. Dengan Android Studio, kita dapat menggunakan fitur Drag and Drop maupun mengetikkan kode XML secara manual.

Di dalam folder res tidak hanya terdapat layout dari activity atau fragment, tetapi juga terdapat beberapa file yang berkaitan dengan tampilan misalnya warna, tema dan ukuran.

Untuk gambar dan vector assets, biasanya akan diletakkan dalam folder drawable dan folder mipmap.

Proses Build
APK adalah ekstensi / format dari sebuah file aplikasi android yang digunakan untuk mendistribusi atau menginstal aplikasi android. Android Studio menggunakan Gradle sebagai fondasi dari build system.

build.gradle(Project: apptitle)

File ini berada di root folder dari project. File ini berfungsi untuk mendefinisikan konfigurasi build yang diterapkan di semua module dari keseluruhan project. 

build.gradle(Module:app)

Android Studio juga membuat file build.gradle lain yang biasa disebut app level gradle. Kita dapat mengedit file ini untuk mengatur banyak hal. Misalnya minSdkVersion, targetSdkVersion, versi aplikasi, untuk mendeklarasikan dependencies dsb.

Ya, kira-kira begitulah sekilas tentang beberapa file penting yang perlu kita ketahui fungsinya. Selanjutnya kita akan belajar lebih dalam lagi untuk membuat aplikasi Android. Kalau sudah siap, dan tidak ada yang ditanyakan, yuk lanjut ke tutorial selanjutnya! 👇😁

Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #2 Jalankan Aplikasi Pertamamu

tutorial-android-dasar-bahasa-indonesia
Setelah kalian berhasil mendownload dan menginstal Android Studio. Buka aplikasinya dan pilih "Start a new Android Studio project". Kemudian akan ada kotak dialog yang muncul untuk membuat project Android Studio. Akan ada beberapa input yang harus diisi. Kamu bisa mengisinya seperti dibawah ini,  Untuk nama aplikasi kali ini kita sepakat untuk membuatnya sama yaitu TutorialAndroidDasar, untuk Company Domain kalian bisa isi dengan menggunakan nama kalian, dan lokasi project juga kalian bisa letakkan di mana saja di komputer kalian :

tutorial-android-dasar-2-1

Untuk pilihan Include C++ Support dan Include Kotlin Support tidak usah dicentang dan setelah itu klik tombol Next. Setelah itu, akan ada dialog untuk memilih form factors dan minimum SDK. Pilih Phone and Tablet dan pilih API 21 ( Android 5.0 ) Lolipop. Dengan begitu kita menargetkan aplikasi kita agar dapat diinstall oleh 85% pengguna Android.

tutorial-android-dasar-2-2

Setelah itu akan muncul dialog lagi untuk menambahkan Activity pada aplikasi yang barusan kita buat. Pada dialog ini, silahkan pilih Empty Activity. Dengan begitu Android Studio akan menambahkan satu Activity kosong ke dalam aplikasi kita. Setelah itu klik Next, akan muncul pilihan untuk menentukan nama Activity dan nama Layout. Biarkan saja namanya seperti itu, tidak usah diganti dan kemudian klik Finish.

tutorial-android-dasar-2-3

Setelah itu Android Studio akan menyiapkan project. Tunggu hingga prosesnya selesai. Jika prosesnya sudah selesai.Struktur folder dari project yang kita buat akan terlihat seperti ini :

tutorial-android-dasar-2-4

Jika sudah betul, dan tidak terjadi Error. Klik tombol Play berwarna hijau untuk menjalankan aplikasi. Colokkan smartphone Android kalian dengan kabel USB. Pastikan kalian sudah berhasil menyalakan USB Debugging smartphone kalian masing-masing. Jika USB Debugging sudah menyala dan kalian sudah mencolokkan smartphone kalian menggunakan kabel USB. Tentunya Android Studio akan berhasil mendeteksi perangkat kalian seperti ini :

tutorial-android-dasar-2-5

Pilih smarphone kalian kemudian klik tombol Ok. Tunggu beberapa saat hingga aplikasi berhasil dijalankan di smartphone kalian. Untuk kalian yang mungkin males ribet dan memiliki laptop / komputer dengan spesifikasi yang powerful. Kalian bisa menggunak emulator dengan cara mengklik tombol Create New Virtual Device untuk membuat Virtual Device.

Catatan : Beberapa smartphone biasanya memerlukan persetujuan untuk menginstall aplikasi Android. Jadi pantengin smartphone kalian siapa tahu ada pop up yang menanyakan izin penginstallan aplikasi. Jika berhasil, maka tampilan aplikasi harusnya seperti ini :

tutorial-android-dasar-2-6

Selamat kamu telah berhasil menjalankan aplikasi Android pertamamu. Ini membuktikan bahwa kamu bisa lanjut ke tutorial selanjutnya! Gaskeun! 😁👇
Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #3 Explore

Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #1 Apa itu Android?

tutorial-android-dasar-bahasa-indonesia-1-cover
Hallo teman-teman, selamat datang di blogku buat kalian yang baru pertama kali mengunjungi blogku. Kali ini aku akan berbagi ilmu tentang Android. Karena ini baru pertama kali, jadi aku akan berbagi tentang fundamental dari Android. Jadi, tutorial ini sangat cocok buat kalian yang benar-benar baru pertama kali mengenal Android Development.

Apa itu Android?

Android adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Google untuk smartphone dan beberapa perangkat lain seperti tablet, televisi, smartwatch dsb. Android dapat berjalan di banyak perangkat dengan diproduksi oleh berbagai produsen smartphone. Android memiliki SDK ( Software Development Kit ) untuk menulis native code dan assembling software module untuk membuat aplikasi yang akan digunakan oleh pengguna Android. Google juga menyediakan marketplace untuk mendistribusikan aplikasi yaitu PlayStore. Jadi, dapat kita pahami bahwa Android merepresentasikan sebuah ekosistem untuk aplikasi mobile.

Kenapa kita mengembangkan aplikasi Android?
Hey, kita semua tahu bahwa Android adalah platform yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Android digunakan di lebih dari 190 negara di dunia. Setiap harinya jutaan pengguna menggunakan Android untuk menunjang produktivitas, bermain game, berinteraksi secara digital melalui sosial media dll.

Selain itu, android sangat mudah dikembangkan. Karena dukungan dari Google yang luar biasa, mulai dari menyediakan IDE yang sangat luar biasa yaitu Android Studio, hingga memberikan akses kepada para developer ke dokumentasi yang begitu lengkap, memungkinkan para developer untuk dapat dengan mudah mempelajari dan menuangkan ide mereka ke dalam bentuk Aplikasi Android.

Arsitektur Sistem Operasi Android
Sistem Operasi Android berdiri di atas Linux Kernel yang ada di layer paling bawah yang bekerja sebagai pondasi dari Sistem Operasi Android. Berikut adalah arsitektur dari aplikasi Android.
tutorial-android-dasar-bahasa-indonesia-1
https://google-developer-training.github.io/android-developer-fundamentals-course-concepts/en/android-developer-fundamentals-course-concepts-en.pdf

Untuk lebih jelasnya lagi, jika kamu tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam kamu bisa mengunjungi link yang ada pada caption gambar di atas.

Install Android Studio
Nah, sebelum kita mulai tutorial ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Yang pertama, pastikan kalian sudah menginstall Android Studio. Kalau belum, kalian bisa download Android Studio sesuai dengan sistem operasi kalian masing-masing. Download di SINI.

Yang kedua, jika spesifikasi laptop kalian tidak terlalu powerful, aku sarankan untuk tidak menggunakan emulator pada Android Studio. Karena menurutku berat banget. Aku sarankan kalian untuk menggunakan Smartphone Android kalian saja. Dan pastikan kalian sudah menyalakan opsi USB Debugging pada smartphone kalian. Gimana caranya? Silahkan Googling dengan keyword : "Cara menyalakan USB Debugging [Merek smartphone]".

Jika sudah siap semua. Berarti kamu siap untuk lanjut ke tutorial berikutnya. Di tutorial berikutnya kita akan belajar menjalankan aplikasi Android pertama kita. Yuk, jangan lama-lama langsung gas aja ke tutorial selanjutnya! 😀👇
Tutorial Android Dasar - Bahasa Indonesia - #2 Jalankan Aplikasi Pertamamu
GALIH LARAS PRAKOSO
-
Yogyakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE